"Layak dan pantas atau tidak untuk jadi dubes. Dubes itu harus multiskills, dari soal kemampuan berbahasa asing minimal Inggris, komunikasi politik, jaringan, hingga kemampuan koleksi informasi," bebernya.
Penguasaan informasi yang dibutuhkan adalah soal politik global-regional yang tumpang tindih dengan kepentingan nasional Indonesa.
"Beberapa parameter itu yang akan kita nilai nanti," tegas Hanafi.
Waketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu melanjutkan, Komisi I terlebih dahulu akan mengadakan rapat internal sebelum uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).
"Setelah itu, baru ada kepastian," tandasnya.
(Arief Setyadi )