Sedangkan menurut Scientic American, setidaknya ada 1.200 satelit yang mengorbit Bumi untuk berbagai keperluan. Di antaranya, untuk navigasi dan komunikasi. Tapi, kini sedang dipikirkan satelit-satelit itu digunakan untuk mengawasi planet.
Pihak AS tetap bertekad menjadi "raja” kekuatan bersenjata di ruang angkasa. Namun, China dan Rusia tertarik untuk mengklaim wilayah mereka sendiri, dan bekerja untuk menghancurkan satelit AS dan menggantinya dengan satelit mereka sendiri.
Gejala persaingan itu sudah muncul lebih dari setahun silam, setelah Sekretaris Angkatan Udara AS Deborah Lee James, mengakui kesiapan AS dalam persaingan itu.”Kami harus siap,” katanya, seperti dikutip news.com.au, Minggu (16/8/2015).
”Kita harus mempersiapkan potensi konflik yang mungkin perpanjangan (konflik) dari Bumi ke ruang angkasa,” lanjut James. ”Kita perlu untuk mendapatkan kepala kita di sekitar fakta bahwa ruang angkasa tidak mungkin selalu menjadi tempat yang damai.”
(Pamela Sarnia)