LHOKSEUMAWE – Sejumlah tokoh mendesak Kabupaten Aceh Utara bagian barat untuk dimekarkan, mengingat luasnya daerah Kerajaan Pasai itu dan jumlah penduduk serta persoalan stagnasi perekonomian.
Menurut mereka, Aceh Utara bagian barat yang layak menjadi sebuah kabupaten baru yaitu meliputi Kecamatan Sawang, Muara Batu, Banda Baro, Nisam Antara, Nisam, dan Dewantara.
“Persoalan kebangkitan ekonomi Aceh Utara telah dimulai sejak 1999. Saat itu, bekas kewedanaan Bireuen ditetapkan menjadi Kabupaten Bireuen, dan pada 2001 Kota Administratif Lhokseumawe menyusul, dan menjadi Kotamadya Lhokseumawe,” ujar tokoh pemuda, Firman Saputra.
Namun menurutnya, hingga kini Aceh Utara belum mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi, apalagi pasca berakhirnya migas dan beberapa industri berhenti operasi seperti PT AAF dan PT KKA.
“Aceh Utara untuk diketahui termasuk kabupaten termiskin di Aceh pasca migas. Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin di Aceh Utara pada tahun 2013 mencapai 20,34 persen. Angka ini tetap saja jauh dari rata-rata nasional di bawah 15 persen dan rata-rata provinsi Aceh 17,72 persen,” sebutnya lagi.