“Mereka tahu saya memiliki masalah ini selama bertahun-tahun jadi mereka membiarkan saya dan tidak pernah menggoda saya,” lanjutnya.
Ahli kulit dari Inggris menduga Subal menderita Dysaesthesia, sebuah kondisi kulit yang menyebabkan penderitanya merasakan sensasi tidak menyenangkan saat kulitnya tersentuh sesuatu. Keadaan ini disebabkan karena kerusakan pada saraf.
Meski tidak mengalami masalah dengan tetangga dan warga sekitarnya, Subal yang tidak pernah meninggalkan desanya masih merasakan masalah dengan cuaca, terutama pada musim panas karena kulitnya sangat sensitif terhadap panas.
Subal yang kini hidup sendiri setelah orangtuanya meninggal telah menerima nasibnya dan meyakini kondisinya adalah sebuah berkah.
“Saya telah menerima bahwa Tuhan memberi saya sesuatu yang spesial. Mungkin di matanya saya spesial,” pungkas Subal.
(Hendra Mujiraharja)