Jokowi Dinilai Turunkan Marwah Istana Negara

Risna Nur Rahayu, Jurnalis
Jum'at 04 September 2015 06:26 WIB
Zulkifli Hasan resmi bergabung dengan koalisi partai pendukung pemerintah (Antara)
Share :

Dia melanjutkan, tidak ada memang undang-undang yang melarang seorang Presiden menggunakan alat negara untuk kepentingan partai, namun ada etika politik yang harusnya ditegakkan. "Kalau ada sinetron TV 'Putri yang Tertukar' tampaknya kini sedang trend 'Istana yang Tertukar'," tambahnya.

Menurut Masnur, sikap Presiden Joko Widodo tersebut sejatinya jadi tamparan bagi sejumlah politikus PDI Perjuangan yang dulu sering mengkritik SBY saat menjabat sebagai Presiden, seperti Pramono Anung dan Masinton Pasaribu.

"Mereka bilang menggunakan istana untuk kepentingan koalisi partai hanya akan menurunkan citra dan marwah Istana itu sendiri. Simbol negara katanya tidak boleh didegradasikan hanya demi kepentingan partai koalisi. Sekarang, ungkapan itu buat mereka seperti memukul air di dulang," ketusnya.

"Jokowi jangan paradoks. Di saat simpati mengalir karena sedang gemar undang rakyat ke Istana, tapi di saat bersamaan lupa bahwa Istana harusnya steril dari urusan pragmatisme koalisi partai politik," pungkasnya.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya