JAKARTA - Pergeseran Kabareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) beriringan dengan penyidikan Bareskrim dalam kasus korupsi BUMN meliputi pengadaan 10 unit mobil crane di PT Pelindo II dan program CSR Pertamina Foundation.
Meski sudah dimutasi ke BNN, pria yang akrab disapa Buwas ini menegaskan, kasus-kasus tersebut beserta puluhan kasus lainnya yang kini tengah ditangani, penyidikannya tetap berjalan, dan tidak terpengaruh dengan kepindahannya.
"Saya sudah akan turunkan tugas yang belum selesai dan masih berjalan, 67 korupsi, kasus pidana tertentu dan umum akan saya sampaikan ke pengganti saja," kata Buwas di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (04/09/2015).
Kasus dugaan korupsi pengadaan crane yang sempat turut menggeledah ruang kerja Dirut PT Pelindo II, Richard Joost (RJ) Lino, kata Buwas, sudah masuk pemeriksaan saksi-saksi bahkan penetapan tersangka.
"Saya yakin 1.000 persen (penyidikan jalan) kasus Pelindo itu kita sudah periksa saksi-saksi, dari dokumen penggeledahan sudah berkaitan dan ada kopian audit internal," tegasnya.
Namun, mantan Kapolda Gorontalo itu mengaku belum berkoordinasi dengan Komjen Pol Anang Iskandar yang akan menggantikan posisinya sebagai Tribrata III.
"Belum-belum. Saya diberitahu tadi malam," kata Buwas.
Meski belum mengungkap nama tersangka kasus PT Pelindo II, Buwas meyakini indikasi korupsi yang kuat di BUMN tersebut tetap ada.
"Tak ada prosedur yang sesuai. Dokumen pembayaran melebihi pembiayaan yang Rp45 miliar. Kita sudah periksa teknis bahwa 10 mobil (crane) tidak produksi," pungkasnya.
(Rizka Diputra)