JAKARTA - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Muhamad Nasser mengatakan "kegaduhan" yang dibuat Bareskrim Polri terkait sejumlah penggeledahan yang dilakukannya belakangan ini tidak bisa dikatakan baik. Ia menilai, publisitas yang berlebihan akan membuat calon tersangka bereaksi berlebihan pula.
"Dalam perjalannya, Bareskrim mengikuti beberapa pola yang dilakukan KPK, misalnya (KPK) ketika menetapkan tersangka diumumkan dengan kenduri. Bareskrim mungkin tidak sejauh itu," kata Nasser dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya bertajuk "Penegakan Hukum Tanpa Gaduh" di Warug Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (5/9/2015).
Ia melanjutkan, publikasi terkait penegakan kasus harus diatur sedemikain rupa supaya tak menghambat jalannya penyidikan itu sendiri. Hal itu menjadi salah satu strategi yang Nasser usulkan kepada Komjen Pol Anang Iskandar, yang akan segera menjabat Kepala Bareskrim Polri.
"Terkait kegaduhan saya melihat dan memahami benar Pak Anang lebih senang bekerja di bawah air tanpa publikasi. Tidak perlu cemas bahwa nanti pergerakan Pak Anang akan lebih slow. Dari pengamatan kami, Pak Anang selalu bekerja benar di bawah air, tetapi hasilnya selalu optimal," lanjut Nasser.
Ditambahkan oleh Anang, keraguan yang ditujukan kepadanya justru memicunya untuk membuktikan kinerja di masa mendatang.
"Waktu yang akan menjawab," kata Anang.
(Fiddy Anggriawan )