“Berdasarkan laporan tersebut kami langsung meluncur ke SMK Pertiwi, setibanya kami di lokasi belum terlihat anak–anak sekolah dari Cirebon. Kemudian petugas kembali menyisir Cirendang sampai Kramatmulya, di situlah kami menemukan sejumlah pelajar sekira 50 orang dari Cirebon yang katanya mau main ke SMK Pertiwi. Setelah dilakukan pemeriksaan kami tidak menemukan senjata tajam,” ujar Bripda Singgih.
Sementara itu, Kepala Biro Operasional Sabhara Polres Kuningan, Inspektur Dua Junaedi didampingi Kepala Unit Patroli Sabhara, Ajun Inspektur Utama Edeng Sujana membenarkan petugas berhasil mengamankan 22 pelajar dari Cirebon yang berdasarkan pengakuan salah seorang pelajar ingin silaturahmi dengan SMK Pertiwi Kuningan.
“Saat kami menghampiri mereka untuk mencari tahu tujuannya, ada sejumlah pelajar melarikan diri atau kabur. Dari situlah kami mencurigai bahwa mereka yang main ke Kuningan ada indikasi mau melakukan penyerangan ke SMK Pertiwi Kuningan,” ujar Edeng Sujana.
Usai dilakukan pengecekan, lanjut Edeng, tidak ada surat pemberitahuan, baik melalui SMS maun telepon mengeni tujuan silaturahmi tersebut. Karena mereka tidak dapat menunjukkan salah satu bukti fisik, petugas langsung mengamankan sedikitnya 22 orang pelajar. Mereka bisa pulang setelah dilakukan penjemputan pihak orangtua maupun sekolah.
“Kami menyayangkan alasan mereka karena tidak ada bukti fisik berupa surat pemberitahuan silaturahmi yang ditandatangani pihak sekolah, dan itu dilakukan di luar jam pelajaran. Apalagi yang namanya silaturahmi antar-sekolah kan harus ada izin dari sekolahnya,” papar Edeng.