JAKARTA - Bentuk kekerasan saat Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) di Perguruan Tinggi di Indonesia sepertinya sudah membudaya. Ospek kini dianggap seperti sarang mengembleng mental dan fisik dengan dalih kekerasan terhadap mahasiswa baru.
Seperti Universitas Trisakti (Usakti), yang tidak membentuk kekerasan saat Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek).
"Usakti menerapkan kegiatan Pengenalan Program Studi Mahasiswa Baru (PPSMB) dan Pengenalan Program Studi dan Program Pendidikan (PPSPP) yang dilakukannya selalu mengusung tema yang ditujukan untuk membangun budaya tertib kampus," ungkap Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Trisakti, Hein Wangania di Jakarta, Rabu (9/9/2015).
Ketimbang melakukan perploncoan yang mengarah pada kekerasan fisik, Usakti justru mengisi masa orientasi mahasiswa dengan kegiatan-kegiatan yang lebih berbobot.