Alur pelayaran internasional di Selata Malaka sampai dengan perairan Srilanka merupakan alur pelayaran padat yang dilewati kapal-kapal berukuran besar, yang mengangkut berbagai komoditas lintas benua.
Setiap saat di sepanjang pelayaran, Komandan KRI Bung Tomo 357 selaku Komandan Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII H Unifil, Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, selalu memimpin langsung berbagai latihan untuk meningkatkan profesionalisme prajuritnya. Sekaligus mengetahui kesiapan teknis berbagai peralatan yang ada di kapal.
"Latihan adalah ibarat napas kita, hanya oleh prajurit yang profesional, terlatih dan memiliki kompetensi tinggi, kapal perang ini harus diawaki, karena itu saya akan konsisten memimpin latihan," tutur Yayan Sofiyan.
Dengan demikian, sepulang dari misi perdamaian itu, maka tercetak sejumlah kader pelaut dengan kompetensi tinggi dalam penguasaan teknis kapal perang jenis MRLF (Multy Role Light Frigate). Mampu memahami taktik peperangan bawah air (under water warfare), peperangan permukaan (Surface Warfare), dan peperangan anti-udara (anti air warfare).
Setelah berlayar menyusuri Samudera Hindia, perairan Srilanka dan pantai barat India, maka KRI Bung Tomo 357 tiba di Pelabuhan Kochin, India, dengan sambutan hangat dari Angkatan Laut India.
(Abu Sahma Pane)