BENGKULU - Kabut asap yang diduga kiriman dari provinsi tetangga, mulai berdampak negatif bagi warga di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Kabut asap membuat warga kesulitan bernafas.
''Kabut asap benar-benar membuat sesak. Kejadian ini sudah terjadi beberapa pekan terakhir,'' kata warga Kabupaten Lebong, Dwi Anggalia, kepada Okezone, Sabtu (19/9/2015).
Dwi mengatakan, untuk melakukan aktivitas di luar rumah, warga harus menggunakan masker agar tidak menghirup udara yang tercampur asap akibat kebakaran lahan.
''Udara di wilayah saya tinggi mulai tidak sehat, sebab bau asap. Makanya saat beraktivitas di luar rumah selalu mengenakan masker," ujar dia.
Sementara, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Klimatologi (BMKG) Bengkulu, Anjasman mengatakan, berdasarkan data modis satelit Terra dan Aqua, di Provinsi Bengkulu terdapat 13 titik panas (hotspot) yang terdapat di lima kabupaten.
Menurut Anjasman, di Kabupaten Bengkulu Tengah terdapat lima titik panas, seperti di Kecamatan Karang Tinggi satu titik, Kecamatan Pematang Tiga dua titik, dan Kecamatan Taba Penanjung dua titik. Di Kabupaten Lebong, kata dia, ada tiga titik yang terdapat di Kecamatan Lebong Selatan.
Titik panas lainnya, menurut Anjasman ada di Kabupaten Mukomuko sebanyak dua titik, di Kecamatan Mukomuko Selatan satu titik dan Mukomuko Utara satu titik. Selain itu, titik panas lainnya juga berada di Kabupaten Rejang Lebong dengan satu titik di Kecamatan Padang Ulak Tanding. Titik panas lainnya ada dua titik di Kabupaten Seluma yang terdapat di Kecamatan Seluma satu titik dan satu titik di Kecamatan Sukaraja.
''Dari data satelit modis Terra dan Aqua di Bengkulu ada 13 titik panas. Dengan level confifence >70 persen,'' pungkas Anjasman.
(Fransiskus Dasa Saputra)