Rusia Bisa Jadi Katalisator Perangi ISIS di Suriah

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 21 September 2015 16:02 WIB
Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem. (Foto: Reuters)
Share :

Damaskus melabeli semua yang terlibat perang melawan Presiden Bashar al Assad sebagai gerakan terorisme, termasuk semua gerakan pemberontakan yang dibantu negara-negara Barat.

Pria berambut putih itu juga menambahkan bahwa tindakan Rusia masih berada dalam koridor hukum internasional dan masih berkoordinasi dengan Suriah. Hal tersebut berbeda dengan tindakan Amerika Serikat (AS) yang terkesan tidak efektif.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberikan bantuan yang penting kepada mitra mereka Suriah semenjak pemberontakan bersenjata melawan rezim Al Assad pecah pada 2011.

Moskow boleh saja berpendapat bahwa bantuan mereka pada Suriah sebatas kerjasama pertahanan militer. Akan tetapi, muncul berita yang menyatakan bahwa Rusia sudah menyebar pasukan militernya di Suriah yang menjadi basis angkatan laut Rusia pada era Uni Soviet.

Pihak AS menyatakan sudah berulang kali memperingatkan Rusia bahwa tindakan mereka untuk memperkuat Assad hanya akan memperkeruh suasana.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya