”Sejumlah orang tewas akibat ledakan tersebut, namun belum diketahui berapa jumlah korbannya,” ungkap juru bicara dari Departemen Darurat Nasional, Manzo Ezekiel seperti dilansir dari BBC, Sabtu (3/10/2015).
Ledakan tersebut tampak seperti ledakan yang sama digunakan oleh kelompok radikal di daerah timur laut.
Dua tahun yang lalu juga terjadi di tempat pemberhentian bus yang sama tahun lalu menelan nyawa sebanyak 90 orang.
(Hendra Mujiraharja)