Pihaknya mengaku ingin fokus menemukan titik lokasi pesawat, agar bisa memberi bantuan secepatnya.
"Dari KNKT sudah mengirim tim ke Makassar, saat ini tim konsentrasi untuk membantu Basarnas mencari lokasi hilangnya pesawat. Bagi kami itu berada yang penting saat ini," ujarnya.
Lebih lanjut Soerjanto mengatakan, pesawat perintis itu memiliki Emergency Locator Transmitter (ELT) atau alat pemancar sinyal gelombang radio.
Namun pihaknya sulit mendeteksi keberadaan ELT tersebut, lantaran diduga ELT tersebut terbentur sesuatu sehingga mengakibatkan tidak berfungsi.
"Pesawat tersebut memang mempunyai ELT. Tapi jika ada impact keras itu tidak berfungsi. Maka kami cari cara lain untuk menemukannya dengan posisi komunikasi terakhir, cuaca, angin," tutupnya.
(Randy Wirayudha)