DENPASAR - Direktur operasional karaoke dan spa Royal Palace, I Komang Budiartha diduga telah dibunuh oleh Made Budiartha, Tri Yulianto, dan Wayan Slamet dengan cara ditusuk dan ditebas sajam di beberapa bagian tubuhnya. Tiga pelaku tersebut merupakan anggota organisasi masyarakat Laskar Bali yang tersandung kasus pembunuhan.
Ratusan anggota ormas yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Laskar Bali, Ketut Rochineng itu sudah memadati lokasi rekonstruksi sedari pukul 09.00 Wita di area Royal Palace di Jalan Ponegoro, Denpasar, Sabtu 3 September 2015.
Kedatangan mereka ini mengawal berjalannya rekonstruksi terhadap para pelaku yaitu Made Budiartha, Tri Yulianto, dan Wayan Slamet untuk memberikan dukungan terhadap ketiga pelaku tersebut.
Sekjen Laskar Bali Ketut Rochineng mengatakan, pihaknya datang ke lokasi rekonstruksi untuk memberi dukungan saja kepada para tersangka.
“Ini rasa solidaritas saja, kami ke sini juga secara spontan ingin memberi dukungan kepada anggota kami yang tersandung dengan kasus,” jelasnya.
Saat rekonstruksi berjalan, semua anggota ormas terbesar di Bali ini memadati Royal palace dan Jalan Ponegoro. Saat salah satu tersangka memerankan adegan yang akan masuk ke dalam mobil, ada beberapa anggota ormas itu memanggilnya dan memberi dukungan.
Secara spontan ketiga tersangka itu mengangukkan kepala dan mengucapkan terima kasih dengan mengatupkan kedua tangannya dan mengajungkan jempol kepada massa pendukungnya.
Dia menambahkan, pihaknya tidak ikut campur dalam urusan ketiga anggotanya itu. Ketut Rochineng menegaskan hanya memberikan semangat dan dukungan saja.
“Kita loyalitas saja di sini, silahkan kasus ini dilanjutkan dengan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” ujar Ketut Rochineng.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))