ANKARA – Turki menyatakan telah mencegat sebuah jet tempur Rusia yang memasuki wilayah udaranya di dekat perbatasan Suriah. Jet tempur F-16 Turki berhasil memaksa pesawat Rusia itu untuk berbalik arah dan memutar kembali.
Atas kejadian ini, Pemerintah Turki memanggil Duta Besar Rusia di Ankara untuk menyampaikan protes keras atas pelanggaran wilayah udara tersebut. Turki menuntut Rusia untuk tidak lagi mengulangi pelanggaran serupa atau mereka harus bertanggung jawab jika insiden yang tidak diinginkan terjadi.
Keterangan dari Kementerian Luar Negeri Turki menyebutkan bahwa jet tempur Rusia memasuki wilayah udara Turki di wilayah Yayladagi pada Sabtu, 3 Oktober 2015 pukul 12.08 waktu setempat.
“Pesawat Rusia meninggalkan wilayah udara Turki menuju Suriah setelah dicegah oleh dua unit F-16 dari Angkatan Udara Turki, yang sedang melakukan patroli di wilayah itu,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki yang dilansir AFP, Senin (5/10/2015).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Feridun Sinirlioglu segera menghubungi Menlu Rusia Sergey Lavrov untuk membahas masalah ini. Selain Lavrov, Menlu Sinirlioglu dikabarkan juga menghubungi sekutu-sekutunya dari NATO.
Moskow dan Ankara berada di dua kubu yang berlawanan dalam konflik di Suriah. Sikap Rusia yang mendukung Presiden Suriah Bashra Al Assad berlawanan dengan keinginan Turki untuk menggulingkan Assad.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut keterlibatan Rusia dengan serangan-serangan udaranya di Suriah adalah sebuah kesalahan besar.
(Rahman Asmardika)