WASHINGTON – Derasnya serangan udara Rusia yang menggunakan rudal ke wilayah Suriah untuk membasmi kelompok ISIS kembali dilaporkan salah sasaran. Kali ini laporan itu muncul dari pernyataan seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Menurut laporan tersebut, serangan rudal yang diluncurkan dari kapal perang Rusia yang menargetkan ISIS di Suriah salah sasaran. Rudal itu malah jatuh di wilayah Iran.
Awalnya, kapal perang Rusia yang berbasis di Laut Caspian telah menyiapkan serangkaian rudal jarak jauh untuk menargetkan kelompok ISIS di wilayah Suriah.
Menurut seorang pejabat AS itu, laporan yang disampaikannya didukung oleh data yang dikeluarkan oleh badan militer dan intelijen AS. Menurut data tersebut, sebanyak empat rudal jarak jauh dari kapal perang Rusia jatuh di wilayah Iran.
“Pemerintah AS menyakini bahwa empat rudal jarak jauh dari kapal perang Rusia telah jatuh di wilayah Iran dan menyebabkan banyak kerusakan gedung di sana. Laporan ini berdasarkan data yang berasal dari badan militer dan intelijen AS,” demikian laporan pejabat AS yang tidak ingin disebutkan identitasnya itu, seperti diwartakan Al Jazeera, Jumat (9/10/2015).
Sebagaimana diberitakan pada Rabu 30 September, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah melancarkan serangan udara pertama ke basis militer ISIS di Suriah.
Serangan itu dilancarkan setelah Presiden Vladimir Putin mendapat dukungan dari Parlemen Rusia untuk menggelar operasi militer guna memerangi ISIS dan merespons pembicaraan dengan Obama di Sidang Majelis Umum PBB.
Bahkan, hanya dalam waktu 24 jam, Angkatan Udara (AU) Rusia mengakui bahwa mereka telah meluncurkan 20 serangan udara ke wilayah Suriah.
(Jihad Dwidyasa )