MEDAN - PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS) sudah melakukan kordinasi dengan pihak Kuala Namu International Airport (KNIA) dan juga Basarnas terkait hilangnya Helikopter EC 130 PK-BKA yang terbang dari Samosir menuju KNIA.
Namun, Basarnas mendapat kesulitan lantaran PT. PAS tidak mengetahui secara detail spesifikasi helikopter yang hilang tersebut. Menurut Humas KNIA, Wisnu Budi Setianto, pihak PT. PAS hanya memberikan informasi normatif saja. Tidak memberikan informasi detail terkait hilangnya helikopter.
Saat ditanya soal perangkat seperti GPS atau blackbox yang kemungkinan terdapat di helikopter, Wisnu mengatakan yang mengetahui detail helikopter adalah teknisi, Hari Purwantono yang ikut terbang di helikopter tersebut.
"Tadi pagi sudah ketemu dengan PT. PAS dan Basarnas. Justru itu, teman-teman Basarnas juga tanya soal itu (GPS dan blackbox). Tapi PT PAS tidak tahu pasti. Teknisinya ada dalam helikopter yang tahu," jelas Wisnu, Senin (12/10/2015).
Hingga saat ini, helikopter belum juga ditemukan. Upaya pencarian masih dilakukan berbagi pihak. "PT PAS memberikan informasi yang normatif seperti identitas penumpang dan awak helikopter. Sampai sekarang belum ada indikasi titik temu helikopter," pungkas Wisnu.
Diberitakan sebelumnya, helikopter milik PT PAS tersebut terbang dari Kabupaten Samosir pada pukul 11.33 WIB dan dijadwal kan tiba di KNIA pada Pukul 12.23 WIB. Namun helikopter tersebut hilang kontak pada Pukul 12.20 WIB.
Informasi yang diterima, pilot helikopter tersebut bernama Teguh Mulyatno, sementara enginering bernama Hari Purwantono dan tiga penumpang bernama Nurhayanto, Gianto dan Frans.
(Muhammad Saifullah )