Dalam banyak kasus, baik pelaku maupun korban ritual ini merasa tindakan yang dilakukan kepada dan terhadap mereka berdampak baik. Dengan menunda efek pubertas, seorang perempuan beranggapan dia dapat melanjutkan pendidikannya, daripada menikah.
Hal inilah yang menyebabkan ritual setrika payudara menjadi salah satu dari lima kejahatan terkait gender yang jarang dilaporkan menurut data dari United Nations Population Fund (UNFPA).
“Sang gadis percaya bahwa yang dilakukan ibunya adalah demi kebaikannya, jadi dia diam saja. Diamnya mereka menyebabkan fenomena yang terus berlangsung dan semua akibatnya,” tulis Leyla lagi.
(Muhammad Saifullah )