JAKARTA - Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti mengkritisi kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang akan genap berusia setahun.
Menurutnya, yang patut disorot tajam ialah aspek penegakan hukum khususnya dalam pemberantasan korupsi. Menurut Ray, rezim Jokowi-JK saat ini masih lemah komitmennya dalam memberantas perilaku korup.
“Ini menjadi persoalan pokok pada Jokowi soal komitmen pemberantasan korupsi. Kelemahan pemerintah Jokowi ini memang soal komitmen pemberantasan korupsi,” ujarnya saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Sabtu (17/10/2015) malam.
Ray mengungkapkan, Jokowi sebagai orang nomor wahid di republik ini, justru bukan terlihat maju ke depan memberantas korupsi, namun dia seolah abai memberangus korupsi yang semakin menggurita.
“Jokowi alih-alih menjadi tokoh maju ke depan dalam pemberantasan korupsi, yang ada justru pengabaian pemberantasan korupsi,” cetusnya.
Mantan aktivis 98 ini memaparkan, bukti lemahnya pemberantasan korupsi di era Jokowi-JK ialah dengan adanya upaya pelemahan KPK serta instruksi agar Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Polri tidak memproses hukum pada kepala daerah yang terjerat kasus menjelang pelaksanaan pilkada serentak.
“KPK diperlemah, Kejaksaan dan Kepolisian ‘tangannya’ diikat supaya tak menangkap kepala daerah (jelang pilkada serentak-red). Itu menunjukkan kepada kita satu tahun pemerintahan Jokowi yang paling lemah soal komitmen pemberantasan korupsi,” tukasnya.
(Rizka Diputra)