Apa yang dikatakan Netanyahu juga dianggap berbahaya karena semakin memperlebar jarak antara warga Palestina dan Israel yang saat ini berada dalam keadaan tegang setelah serangkaian tindak kekerasan yang menelan puluhan nyawa.
Pada kenyataannya, Hitler memang pernah bertemu dengan Mufti al Husseini pada 1940. Namun, tuduhan Netanyahu mengenai pengaruh sang Mufti dalam holocaust telah dimentahkan oleh para ahli sejarah.
Kontroversi pernyataan Netanyahu ini muncul setelah tindak kekerasan terbaru muncul di Tepi Barat. Tentara Israel menembak mati dua orang Palestina yang menyerang mereka dengan pisau. Kejadian ini menambah jumlah korban yang jatuh dalam dua bulan terakhir menjadi 60 orang.
(Rahman Asmardika)