JAKARTA - Rancangan Undang-Undang RAPBN 2016 bakal segera disahkan dengan mempertahankan berbagai kesalahan fundamental di dalamnya.
Analis dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng menilai, target penerimaan yang ambisius mengikuti logika APBN 2015 yang seluruh targetnya tidak tercapai menurutnya jauh panggang dari api.
"Tidak ada satu faktor pendukung asumsi yang terlalu optimistik tersebut," kata Salamuddin dalam keterangannya, Rabu (21/10/2015).
Dia menjelaskan, RAPBN 2016 masih menetapkan target penerimaan yang tinggi, di tengah krisis saat ini. Target penerimaan pajak dan cukai naik. Padahal sambung dia, target dalam APBNP tahun 2015 tidak tercapai.