Ia juga mensinyalir, penangkapan adik bungsunya ini tidak terlepas dari skenario politik menjelang momentum pilkada serentak. Namun, ia optimis citra buruk ini tidak akan mempengaruhi upaya bapaknya, Hasani yang maju pada Pilkada Pasuruan. Hasani sendiri masih menjabat Wali Kota Pasuruan.
"Bisa jadi, ini merupakan jebakan politik, kenapa tidak. Ada upaya-upaya yang sengaja menjatuhkan kami demi kepentingan dan ambisi politik tertentu," ucap Ismail.
Meski demikian, pihaknya tidak akan melakukan tindakan balasan untuk menutupi aib yang terjadi. Tim kampanye tetap melakukan kampanye secara positif dan memaparkan tentang program dan pembangunan lima tahun mendatang.
"Masyarakat sudah cukup cerdas dan tidak mudah termakan kampanye negatif. Kami akan tetap melanjutkan kampanye positif tanpa menjelek-jelekkan pihak lain. Kami punya bukti rekaman video, jika mereka selalu menggunakan cara-cara yang negatif," katanya.
(Risna Nur Rahayu)