PASURUAN - Calon Walikota (Cawali) Hasani akhirnya angkat bicara atas perilaku anaknya, Indra Iskandar, anggota FKB DPRD Kota Pasuruan yang terjerat kasus narkoba. Ia meminta maaf kepada masyarakat Kota Pasuruan atas kelalaiannya memantau perilaku dan pergaulan bebas anaknya.
"Saya sebagai ayah ataupun ketua partai mohon maaf kepada masyarakat. Saya lalai dalam memantau perilaku anak dalam pergaulannya. Anak saya telah menjadi korban dari kejahatan narkotika," kata Hasani dalam keterangan pers di Kantor DPC PKB Kota Pasuruan, Senin (23/11/2015).
Menurutnya, musibah yang dialami anaknya akan menjadi pelajaran berharga bagi keluarga dan masyarakat. Sehingga masyarakat juga bisa mengambil hikmahnya dalam menapaki kehidupan yang lebih sempurna.
"Demi Allah saya terkejut. Setelah berfikir sejenak, saya meminta kepada Sekretaris PKB untuk mengirim surat kepada DPRD perihal pemecatan dengan tidak hormat terhadap Indra Iskandar," kata Hasani.
Sebagai ayah, ia tentu akan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Meski demikian, ia tidak akan melindungi tetapi mempersilahkan kepada aparat penegak hukum untuk memproses dengan seadil-adilnya.
"Siapapun yang bersalah harus dihukum, meskipun itu darah daging saya sendiri. Berat, tetapi itulah yang harus saya ambil," tandasnya.
Menurut Hasani, banyak yang menilai bahwa kasus tersebut merupakan intrik dan rekayasa politik untuk menjatuhkannya dalam momentum politik menjelang Pilkada. Namun ia tidak mau berandai-andai dan meminta para pendukungnya untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Saya minta para pendukung untuk tetap semagat dan solid, tidak terpengaruh dengan provokatif. Saya tidak pernah meneteskan air mata karena musibah tersebut, tetapi saya terharu ketika masyarakat meminta agar saya bersabar atas cobaan tersebut," tutup Hasani.
(Angkasa Yudhistira)