WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) jelas berada di belakang Turki sebagai sekutunya, soal insiden penembakan Sukhoi Su-24 Rusia oleh jet tempur F-16 Türk Hava Kuvvetleri (Angkatan Udara Turki).
Sebelumnya Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan, sebelumnya AU Turki sudah 10 kali memperingatkan Sukhoi yang dipiloti Mayor Sergi Rumyantsev, untuk memutar arah lantaran mendekati batas kedaulatan udara Turki.
Tapi Sukhoi Su-24 yang berasal dari basis Pangkalan Udara Shagol itu dianggap ‘ngeyel’ dengan tetap menerobos wilayah udara Turki, hingga akhirnya ditembak jatuh.
Presiden AS, Barack Obama, membela tindakan tegas Turki yang mempertahankan kedaulatan udaranya, seraya mencetuskan bahwa insiden itu merupakan salah Rusia sendiri.
“Insiden ini adalah klimaks dari operasi Rusia yang terus-menerus (ke posisi pemberontak Suriah),” tutur Obama, dikutip CNN, Rabu (25/11/2015).
“Mereka beroperasi terlalu dekat dengan perbatasan Turki dan mereka hendak mengejar oposisi (pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad) yang tak hanya didukung Turki, tapi juga sejumlah negara,” tandasnya singkat.
(Randy Wirayudha)