Jika pun mengganti bendera, setidaknya mereka tak ingin simbol Union Jack di sudut kiri atas bendera dihilangkan.
Penentangan terkait hal ini juga disuarakan asosiasi veteran perang, “The Returned and Services”. Mereka menolak adanya bendera baru dan mendukung untuk melestarikan bendera lama.
Di sisi lain, pemerintah melalui Wakil PM Selandia Baru, Bill English menyatakan, sedianya isu penggantian bendera ini bukan untuk ditentang, melainkan untuk dibanggakan buat warga Selandia Baru sendiri.
“Ini merupakan kesempatan sekali dalam seumur hidup. Sangat sedikit pemerintah di dunia yang pernah meminta aspirasi warganya menyoal desain bendera nasional mereka,” tutur English, dilansir Daily Mail, Kamis (26/11/2015).
(Randy Wirayudha)