GUNUNGKIDUL – Kebijakan Sekolah Dasar Negeri 6 Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, yang menghukum murid untuk belajar sehari dengan adik kelas diprotes sejumlah wali murid. Hingga sekarang sudah ada tiga siswa yang turun kelas, sedang dua siswa lainnya tinggal menunggu waktu untuk merasakan hal tersebut.
Kebijakan ini hanya berlaku bagi siswa-siswa yang tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah minimal tujuh kali, sementara untuk siswa yang rajin mengerjakan akan terhindar dari hukuman tersebut. Pihak sekolah menyatakan, hukuman sudah melalui kesepakatan bersama dengan siswa di setiap kelas.
Salah seorang wali murid yang keberatan, Wahyu Kurniawan mengakui jika keponakannya akan dihukum belajar dengan adik kelas selama satu hari. Hukuman itu diberikan karena keponakannya tidak mengerjakan PR sebanyak 16 kali. “Jujur saya kaget dengan hukuman tersebut,” kata Wahyu kepada wartawan.
Dia mengaku kecewa dengan pihak sekolah dengan penerapan hukuman tersebut. Selain bisa menggangu psikis siswa, Wahyu mengaku belum sekali pun mendapatkan informasi tentang pemberlakuan hukuman ini dari pihak sekolah.
“Keponakan saya itu masih kecil. Meski hanya sehari, tapi efek hukuman itu sangat terasa dan tidak baik terhadap perkembangan anak,” keluhnya.