Tragedi Rawagede: Ketika Belanda Memburu Begundal & Singa Karawang

Randy Wirayudha, Jurnalis
Rabu 09 Desember 2015 13:17 WIB
Ilustrasi Tentara Belanda (Foto: Okezone)
Share :

“Mereka mengadakan rapat koordinasi antara organik (TNI) dengan laskar-laskar. Pas kejadian (pembantaian Rawagede), mereka sudah keluar dari sana,” ujar Beny Rusmawan, penggiat sejarah Bekasi dihubungi Okezone, Rabu (9/12/2015).

“Sebenarnya sejak awal November, Belanda sudah curiga bahwa Kapten Lukas sering mengadakan pertemuan di Rawagede. Dan sebenarnya, Belanda sudah berusaha masuk ke Rawagede, ketika Lukas, KH Noer Ali dan Kapten Madmuin sedang rapat pada 8 Desember,” tambahnya.

Namun, karena cuaca buruk dan hujan lebat, Belanda urung masuk ke Rawagede, lantaran pasukannya enggan maju dengan bantuan kavaleri.

“Baru pada 9 Desember setelah dapat informasi dari mata-mata, Belanda masuk ke Rawagede. Tapi Lukas dan KH Noer Ali sudah keluar dari Rawagede sejak 8 Desember sore,” imbuh Beny.

Lukas, “si Begundal Karawang” jadi buruan Belanda lantaran acap bikin ulah. Beberapa gangguan yang dilakukan pasukannya yang berjumlah sekira satu kompi (100 orang), sering menyabotase rel kereta api di sekitar Bekasi dan Karawang.

“Pernah pada suatu saat, Lukas mencegat satu rangkaian kereta yang melaju dari Jakarta ke Semarang membawa logistik. Lukas seorang diri mencegat kereta di tengah rel dengan seragam Belanda. Pas keretanya berhenti, baru anak-anak buahnya menyergap dari sisi kiri dan kanan untuk merampas senjata dan logistik yang dibawa Belanda di kereta,” tandasnya.

(Randy Wirayudha)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya