LONDON – Kelompok militan ISIS diperkirakan mendapatkan dana segar senilai total USD1,5 miliar atau sekira Rp20,9 triliun untuk membiayai aksi terorisme mereka. Sejumlah USD500 juta atau sekira Rp6,9 triliun di antaranya dihasilkan dari menjual minyak secara ilegal di pasar gelap.
Uang senilai satu miliar dollar lagi mereka hasilkan dari merampas bank-bank di Irak dan Suriah. Nilai tersebut diungkapkan seorang pejabat senior Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), Adam Szubin saat berbicara di London, Inggris.
“ISIS berhasil mendapatkan dana segar senilai USD1,5 miliar hasil dari penjualan minyak secara ilegal di pasar gelap dan merampas bank,” ujar Szubin, sebagaimana diberitakan Reuters, Jumat (11/12/2015).
“Saya pikir nilainya bisa lebih karena mereka juga melakukan pemerasan dengan cara brutal ke warga lokal di wilayah-wilayah yang mereka kuasai,” lanjut pria berkacamata itu.
(Hendra Mujiraharja)