DEPOK – Insiden semburan gas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok di area Kolam C bukan kali pertama terjadi di Depok. Kejadian serupa pernah terjadi beberapa kali di wilayah Depok.
Salah satunya di wilayah Bedahan, Sawangan beberapa bulan lalu. Saat itu sempat ada korban pingsan setelah warga menggali sumur untuk mencari sumber air. Kejadian baru-baru ini juga terjadi di wilayah Rafless Hill Cibubur di mana semula disangka ada kebocoran di jalur pipa gas Pertamina. Ternyata ketika dicek berupa penggalian sumur untuk mencari air bersih.
“Kini kejadiannya terulang lagi di TPA Cipayung. Ini kami sengaja membiarkan gas dalam keadaan terbuka agar tekanannya habis. Karena sejak kejadian dari kemarin sore sudah menurun tekanannya. Ketinggian semburan gasnya juga berkurang,” kata Kasubdit Pengawasan Limbah Berbahaya dan Beracun Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Indra Kusuma, Sabtu (19/12/2015).
Ia menegaskan, BLH Kota Depok membuat kesimpulan sementara bahwa timbulan gas tersebut disebabkan Depok secara topografi berada di wilayah tandon air. Apalagi di area TPA Cipayung dipenuhi kandungan gas metan dari sampah.
“Depok itu wilayah tandon air, menurut data hidrologis Provinsi Jawa Barat, Depok tandon airnya banyak. Tekanannya tinggi. Disini apalagi TPA berpotensi membuat timbulan gas besar,” katanya.
Indra memastikan tidak ada korban atas kejadian tersebut. Menurutnya, semburan gas tersebut tidak berbahaya untuk warga.
“Tidak ada korban. Tetapi memang kalau warga enggak biasa di awal pasti merasa pusing atau mual. Saat menggali sumurnya itu sudah dilakukan sesuai prosedur. Gas akan mencari rongga-rongga yang kosong. Nanti kalau gasnya sudah berkurang dalam beberapa hari galiannya akan kami tutup,” ujarnya.
(Arief Setyadi )