BENGKULU - Gereja Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu yang terletak di Jalan Prof Dr Hazairin SH, Kelurahan Pasar Baru, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, merupakan yang terbesar dan tertua di sana.
Bangunannya berukuran sekira 25 meter (m) x 30 m. Gereja itu dibangun pada 1927 atau sudah berusia 88 tahun.
Pastur pada gereja tersebut, Julianus Sukamto SCJ mengatakan, jemaat masuk ke Bengkulu sekira 1924-an. Namun, pada masa itu diketahui ada gejolak karena masih zaman penjajahan Inggris. Sehingga, jemaat mengungsi ke wilayah Tanjung Sakti, Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Tiga tahun kemudian, tokoh gereja kembali ke Kota Bengkulu dan membangun Gereja Paroki Santo Yohanes Penginjil. Kala itu, bangunannya belum sebesar seperti saat ini.
''Ya, jadi bangunan ini memang dibangun sekira tahun 1927-an. Ini gereja terbesar dan tertua di Bengkulu,'' ucap Julianus saat ditemui Okezone, Rabu (23/12/2015).
Bangunan yang memiliki arsitektur gotik Eropa kuno ini, mampu menampung sekira 1.500 jemaat Katolik. Di dalam lingkungan gereja ini, juga terdapat bangunan yayasan sekolah tarkanika yang membina iman jemaat
Selain itu, di dalam bangunan gereja itu juga terdapat barang suci. Sayangnya, Julianus tidak mengetahui persis, tokoh agama yang membangun gereja tersebut.
''Semasa itu, ada tokoh besar dari agama katolik di Bengkulu, makanya ada bangunan gereja ini,'' ulas dia.
Untuk tahun ini, perayaan Natal di gereja Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu digelar selama tiga hari. Terhitung sejak 24 Desember, sebab, jemaat di gereja itu mencapai 2.600 orang.
(Abu Sahma Pane)