Menurut Zakaria, dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad tidak hanya dengan mengundang tetangga untuk membaca doa di rumahnya, namun mereka juga mengantarkan masakan khas Madura “adun” terhadap tetangga pada pagi harinya.
“Tradisi yang merupakan warisan dari nenek moyang ini tetap terjaga sampai kini. Kita sebagai umat Islam sangat cinta terhadap Nabi Muhammad SAW, karena berkat perjuangan beliau telah mengangkat kami dari alam kegelapan menuju alam terang yakni agama Islam,” ujarnya.
Ia menambahkan, Maulid Nabi tidak hanya dilakukan dalam sehari, tetapi selama satu bulan penuh yakni pada Rabiul Awal Tahun Hijriah. Dimana setiap warga secara bergantian menggelar Maulid Nabi, yang bukan hari ini.
“Kalau besok pas tanggal 12, biasanya di masjid-masjid yang menggelar Maulid Nabi. Kami berharap tradisi ini tetap lestari sampai kapan pun,” tukasnya.
(Risna Nur Rahayu)