Sebab itu, akan kontras jika presiden mengingkan Nawacita tapi tidak membangun demokrasi. Termasuk mendorong sehatnya partai politik yang berkecimpung dalam sistem kenegaraan.
"Tidak nyambung dengan program Nawacita, membangun demokrasi. Dimana demokrasi sebagai perikamanusiaan yang beradab. Ada tata krama, etika, pemerintah harus profesional, harus diatas semuanya," sambungnya.
Ia meminta agar pemerintah mendeteksi kericuhan di internal partai, justru bisa menjadi duri di dalam daging. Hal tersebut, juga membuat demokrasi tidak berjalan dengan sehat.
"Pemerintah harus mendorong semua partai sehat, reformasi partai. Bukan malah bikin ribut, kaya ada duri dalam daging kalau partainya sakit," tukasnya.
(Fransiskus Dasa Saputra)