SEOUL – Korea Selatan (Korsel) tampaknya kesal dengan tes nuklir Korut pada Rabu 6 Januari. Presiden Park Geun-hye berjanji akan melakukan tindakan tegas terkait aktivitas berbahaya tersebut. Janji itu dibuktikan dengan membatasi akses keluar masuk kawasan industri Kaesong, Korea Utara (Korut).
Menteri Penyatuan Korsel Hong Yong-pyo menyatakan pengunjung yang tidak memiliki kepentingan bisnis tidak akan diperkenankan memasuki Kaesong, sebagaimana dikutip ABC News, Kamis (7/1/2016). Pembatasan akses tersebut akan berpengaruh terhadap klien, pembeli potensial, dan penyedia jasa kepada 120 perusahaan Korsel di kawasan tersebut.
Mayoritas perusahaan Korsel yang memiliki pabrik di Kaesong bergerak di bidang fashion. Mereka memanfaatkan tenaga-tenaga kerja dengan upah yang murah dari Korut dengan perkiraan 53 ribu pekerja. Sedangkan Korut mengambil keuntungan berupa cadangan devisa dan sebagian besar pajak yang dihasilkan kawasan tersebut mengalir ke kantung Pyongyang.
Kaesong merupakan kawasan industri yang dioperasikan secara bersama oleh Korut dan Korsel. Kawasan tersebut dibangun pada 2002. Kaesong terletak enam kilometer sebelah utara dari perbatasan atau zona demiliterisasi.
(Wikanto Arungbudoyo)