Geledah Bawa Brimob, DPR Minta KPK Bekerja On the Track

Gunawan Wibisono, Jurnalis
Jum'at 15 Januari 2016 16:22 WIB
Nasir Djamil (Foto: Dok. Antara)
Share :

JAKARTA - Sempat terjadi ketegangan antara penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Christian dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan anggota Komisi III DPR Nasir Djamil saat melakukan penggeledahan di gedung dewan terkait sebuah kasus.

Perdebatan itu dipicu lantaran dua anggota dewan tidak terima jika gedung parlemen didatangi, oleh para anggota Brimob bersenjata lengkap laras panjang.

Adanya personel Brimob ini diketahui untuk mendampingi KPK dalam melakukan pengeledahan di ruang kerja, anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Damayanti Wisnu Putranti, anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar Budi Supriyanto dan Wakil Ketua Komisi V, Yudi Widiana Adia.

Saat dikonfirmasi, anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil yang juga ikut dalam perdebatan itu mengaku, pihaknya tidak pernah menghalang-halangi pengeledahan oleh penyidik KPK, namun yang menjadi masalah adalah adanya anggota Brimob yang lengkap dengan mengunakan senjata laras panjang yang membuat suasana menjadi tidak nyaman.

"Saya bertanggung jawab dengan KPK, kami tidak masalah. Tapi jangan anggap kemudian seolah-olah di sini (DPR) ada sesuatu yang membahayakan," ujar Nasir di ruang Fraksi PKS, lantai tiga Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Pria asal Aceh ini menegaskan, KPK harus berjalan sesuai prosedur, karena tidak ada aturannya jika pengeledahan harus ada aparat kepolisian yang dengan bersenjata lengkap. Pasalnya, DPR juga memiliki petugas keamanannya sendiri yakni, pengamanan dalam (pamdal).

"Kami tidak menghalang-halangi. Saya ingatkan bahwa semuanya on the track dalam pelaksanaan tugas. Jadi, bukan persoalan menghalang-halangi. Itu keliru," katanya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya