“Kelengahan dari masyarakat sendiri akhirnya mereka tidak awas. Dengan hal ini kondisi masyarakat sudah apatis akhirnya merepotkan kerja polisi,” tutur Dewi.
Walaupun masyarakat sudah kadung bersikap apatis terhadap kejadian-kejadian semacam ini, kewaspadaan tetap harus digalakkan. Dewi mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di tempat-tempat yang sekiranya berpotensi diserang teror.
“Masyarakat artinya walaupun apatis tetap hati-hati, jangan ke tempat-tempat yang jadi sasaran. Kalau apes bisa saja (jadi korban) di tempat yang salah. Hindari tempat-tempat yang kira-kira jadi sasaran show off nya polisi,” pungkasnya.
(Awaludin)