Bom Rakitan di Sarinah Dibungkus Gas Elpiji dan Pipa Besi

Regina Fiardini, Jurnalis
Sabtu 16 Januari 2016 14:38 WIB
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti Usai Rapat Koordinasi Bom Sarinah di Polda Metro Jaya (Foto: Regina/Okezone)
Share :

JAKARTA - Hasil Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri mengatakan ada perbedaan bahan peledak antara bom di Starbuck dan Pos Polantas Sarinah, Jakarta Pusat.

"Ya kan kita ada beberapa jenis bahan peledak atau bom rakitan. Yang kita temukan pun ada sisa-sisa perbedaan," kata Kapolri Badrodin Haiti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Sebagai informasi, di TKP pertama yakni ledakan di depan Sarinah, aparat kepolisian menemukan tabung gas elpiji 3 kg sebagai "pembungkus", ada pemicu berupa bohlam lampu dihubungkan menggunakan kawat dengan baterai terpasang berupa aki sepeda motor.

Diketahui, baterai berupa aki sepeda motor membutuhkan kekuatan besar daripada baterai biasa. Cara meledakkannya pun dengan mengisi serbuk pada bahan peledak kemudian disulut pakai api.

Sementara di TKP kedua yakni Pos Polantas Sarinah ada perbedaan bahan peledak di bagian pembungkus yang mana pembungkus bahan peledak tersebut dilapis dengan pipa besi.

"Memang ada yang besar dan ada yang kecil. Itu yang kecil dimaksudkan supaya bisa dilempar dari jarak jauh masih bisa, tapi kalau yang besar dia dilempar jarak jauh tidak bisa," ujarnya.

Menurutnya perbedaan pembungkus yang diracik oleh kelompok teror itu karena mereka mengharapkan hasil ledakan yang berbeda. "Mengharapkan ledakan yang besar, tentu semua itu peruntukkan pasti berbeda-beda," tutupnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya