Juru bicara kepolisian Swedia, Thomas Fuxborg menerangkan, korban diserang pada Senin 24 Januari 2016 sekira pukul 08.00 oleh seorang anak belasan tahun. Anak itu kemudian ditangkap oleh anak-anak lain yang tinggal di pusat pengungsian dan dilaporkan ke pihak berwajib.
Mezher sempat dibawa ke Rumah Sakit Sahlgrenska di Gothenburg, namun meninggal hari itu juga karena luka tusukannya terlalu dalam.
Rumah-rumah penampungan pencari suaka di kawasan tersebut memang dihuni oleh anak-anak berusia antara 15 dan 19. Mereka adalah sebagian kecil dari ribuan anak-anak yang tiba di Eropa tanpa ditemani sanak keluarga.
“Semua orang yang tinggal di sini sangat baik. Tidak pernah ada masalah seperti ini sebelumnya,” terang Amal Hassan, perempuan yang juga pekerja sosial di sana, dikutip dari Independent.
“Tragedi yang menimpa Merzer tentunya sangat kami sesalkan. Untuk itu, sekarang kami sedang berusaha menangani krisis antara staf dan anak-anak ini lebih baik lagi,” ujar pekerja sosial lainnya, Staffan Alexandersson.
(Silviana Dharma)