CIUDAD DE MEXICO – Dilihat dari tingkat kriminalitas jalanan yang membahayakan nyawa dan tingkat pembunuhannya, Brasil tampaknya layak didaulat sebagai negara paling berbahaya di dunia untuk saat ini.
Hal itu terbukti dari hasil statistik yang dirilis Dewan Masyarakat Meksiko untuk Keamanan Umum dan Peradilan Pidana (Mexico’s Citizens’ Council for Public Security and Criminal Justice) per Januari 2016. Sebagaimana diwartakan Mirror, Jumat (29/1/2016), dari 50 kota di dunia, 21 kota paling berbahaya ada di Brasil.
Negeri Samba adalah salah satu negara terbesar di kawasan Amerika Latin, baik dari segi luas wilayah maupun jumlah populasinya. Selain eksotis, negara ini juga terkenal kaya akan sumber daya perkebunan kopinya. Di sinilah terdapat Hutan Amazon, Patung Kristus Penebus, dan tempat dilangsungkannya pesta olahraga terakbar yakni Piala Dunia.
Namun di balik semua keunggulan tersebut, kota-kota di Brasil tak pernah sepi dari protes, kerusuhan, sejumlah aksi kekerasan antargeng, pembunuhan, dan aksi kriminalitas berbahaya lainnya. Kekacauan yang malang melintang akibat suburnya korupsi, kemiskinan dan kegaduhan politik di dalam negerinya. Ditambah, saat ini merebak virus zika yang menyebabkan cacat permanen pada tempurung kepala cabang bayi.
Sejak September 2015, Brasil menerima laporan sedikitnya 4.000 bayi mengalami microcephaly –lahir dengan keadaan tempurung kepala dan otak berukuran kecil– karena terinfeksi virus zika. Diperlukan waktu lebih dari satu dekade untuk bisa menemukan vaksin guna mengatasi penyebaran virus ini.
Kerusuhan terbesar dalam sejarah, terjadi pada 2013. Tidak stabilnya kondisi ekonomi dan skandal politik di tubuh pemerintah, membuahkan protes besar-besaran dari mahasiswa. Berawal dari kenaikan tarif angkutan umum, mahasiswa turun ke jalan dan bentrok hebat dengan pihak militer. Konflik berdarah pun tak terhindarkan, rakyat sipil habis dipukuli oleh aparat yang bersenjata.
Foto: Jewish Business News
Seiring berjalannya waktu, negeri tropis ini tampaknya tidak pernah bisa belajar dari sejarah. Situasi dalam negerinya terus memburuk. Brasil diguncang oleh serangkaian skandal politik yang kompleks dan resesi terburuk dalam satu generasi. Politisi dan pejabat publik hanya bekerja untuk keuntungan pribadi. Banyaknya protes bahkan nyaris tidak terlihat di media nasional mereka. Kebebasan sipil berada di bawah ancaman, dan kesadaran publik sendiri amat rendah.
Meksi begitu, kota paling berbahaya di dunia adalah Caracas di Venezuela. Dengan tingkat kematian akibat kriminalitas jalanan mencapai 119,87 per 100 ribu penduduk. Diikuti oleh negara Amerika Latin lain yakni Kota San Pedro Sula di Honduras (111,03), San Salvador di El Salvador (108,54), Acapulco di Meksiko (104,73) dan Maturin di Venezuela (86,45).
Foto: Demonstran melempar bom bensin di Caracas, Venezuela (Alamy)
Sementara ke-21 kota di Brasil yang termasuk paling berbahaya dan mematikan adalah Fortaleza (60,77), Natal (60,66), Salvador (60,63), Joao Pessoa (58,40), Maceio (55,63), Sao Luis (53,05), Cuiaba (48,5), Manaus (47,87), Belem (45,83), Feira de Santana (45,5), Goiania (43,38), Teresina (42,64), Vitoria (41,99), Vitoria da Conquista (38,46), Recife (38,12), Aracaju (37,7), Campos dos Goytacazes (36,16), Campina Grande (36,04), Porto Alegre (34,73), Curitiba (34,71), dan Macapa (30,25).
(Silviana Dharma)