Bahkan, kata dia, harimau juga mengancam masyarakat di desa sekitar Taman Buru Semidang Bukit Kabu. Seperti di Desa Lubuk Resam, Talang Beringin, Puguk, Sekalak di Kabupaten Seluma dan Desa Kuta Nyiur di Kabupaten Bengkulu Tengah.
“Alih fungsi kawasan hutan menjadi areal pertambangan batu bara, mengakibatkan luas hutan yang menjadi habitat harimau sumatera, terus berkurang dan mengalami kerusakan,” tutur Sony.
Ia menambahkan, kerusakan kawasan hutan di sembilan Kabupaten di Bengkulu telah mencapai 26,7%, dari total luas yang terdapat di Hutan Konservasi, Hutan Lindung, Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Produksi.
Sehingga, kata dia, populasi harimau sumatera saat ini diperkirakan hanya tersisa sekira 400-500 ekor.
“Teritorial harimau sudah berubah. Keadaan tersebut telah menekan harimau sumatera untuk mencari teritorial baru dan masuk ke pemukiman (warga) untuk mencari mangsa. Sehingga, menyebabkan konflik manusia dengan harimau untuk mencari mangsa,” tutup dia.
(Rachmat Fahzry)