YOGYAKARTA - Pondok pesantren Al Fatah di Celenan, Kotagede, Yogyakarta memiliki ciri tersendiri. Seluruh santri di pesantren itu adalah waria. Dalam kesehariannya, para waria belajar ilmu agama di sana.
Waria dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti wanita pria; pria yang bersifat dan bertingkah laku seperti wanita; pria yang mempunyai perasaan sebagai wanita; wadam.
Ketua Pondok Pesantren (Ponpes) Waria Al Fatah Shinta Ratri mengungkapkan, ada 40 santri di sana. Para santri dari berbagai latar belakang pekerjaan mulai dari pengamen, pegawai salon, pelayan toko hingga pekerja di LSM.
"Pesantren sudah berdiri secara resmi sejak tahun 2008 lalu," kata Shinta saat ditemui di Pesantren Al Fatah, Kamis (11/2/2016).
Menurut dia, tak ada perbedaan antara Pesantren Al Fatah dan pesantren lain pada umumnya. Di mana para santri belajar mengenai agama Islam. Baginya, waria juga makhluk Tuhan yang berhak diperlakukan sama seperti warga lainnya, termasuk dalam hal beragama.
"Kita lihat waria itu jumlahnya banyak. di Indoneisia sebagian besar muslim. Nah pesantren ini memberikan ruang kepada waria untuk nyaman beribadah," kata waria yang mengenakan jilbab ini.
Dia mengakui, dalam beribadah di ruang publik seperti di masjid pada umumnya, waria akan bermasalah. Karena memang tidak semua orang bisa menerima keberadaan mereka yang 'berbeda'. "Pondok pesantren mengakomodasi teman-teman yang ingin dekat dengan Tuhan," ucapnya.