MAJALENGKA - Sendung (55), warga Desa Nunuk, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka sudah dua tahun tinggal di gubuk ukuran 2 m X 4 m di Blok Gunung Taneuh, desa setempat, karena tidak memiliki rumah setelah berpisah dengan istrinya .
Gubuk yang ditempatinya berada sekitar 700 meteran dari pemukiman penduduk. Tidak ada listrik, apalagi kamar mandi.
Dinding gubuk pun hanya setengah badan. Sebagian menggunakan bambu, sebagian lagi menggunakan kain sarung bekas. Sedangkan atap gubuknya menggunakan belahan bambu yang disusun bolak-balik, tertutup dan terbuka, agar air tidak masuk ke dalam gubuk.
Untuk mencapai ke gubuknya harus mendaki ke bukit kemudian masuk ke perkebunan. Sendung menyebutkan kebun yang ditempatinya milik adik kandungnya yang kini sudah meninggal.
Di dalam gubuknya hanya ada karung berisi pakaian dan beberapa kantung. Alas tempat tidurnya terbuat dari bambu (sunda: talupuh) ditutup karung dan kain sarung, tanpa kasur ataupun bantal.