MEDAN - Sebanyak 370 kepala keluarga (KK) pengungsi Sinabung sudah mulai membuka lahan pertanian di tempat relokasi, Desa Siosar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Koordinator Pengungsi di Siosar, Agus, mengatakan pengunsi Sinabung yang berasal dari tiga Desa yakni, Desa Bekerah, Desa Simacem, dan Desa Sukameriah sudah mulai membuka lahan yang diberikan kepada mereka.
Warga membuka lahan pertanian dengan membersihkan pohon-pohon yang ditumbangi. Namun, warga belum menanam tumbuhan pertanian di lahan tersebut.
"Warga masih mulai membuka lahan setengah hektare yang diberikan. Masih memulai. Sementara kalau fasilitas umum seperti sekolah, masih dalam pengerjaan juga dan belum ada proses belajar-mengajar," ujar Agus, Minggu (28/2/2016).
Ditambahkannya, semua fasilitas di sana masih dalam pekerjaan. Akan tetapi, terkadang aktifitas terganggung bila hujan datang yang mengakibatkan jalanan di lokasi sangat berlumpur.
"Kalau hujan lebat pasti jalanya berlumpur. Berbahaya kalau dilewati. Kami berharap jalan menuju tempat relokasi segera diaspal," pungkas Agus.
Beberapa minggu terakhir, Gunung Sinabung yang berstatus awas kembali meyemburkan awan panas disertai luncuran lava pijar sepanjang 500 meter. Lahan pertanian yang berada di dekat gunung Sinabung pun rusak akibat erupsi tersebut.
(Angkasa Yudhistira)