JAKARTA - Hasil tes urine politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Fanny Safriansyah alias Ivan Haz diketahui negatif. Namun, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya masih penasaran dan terus mendalami adanya dugaan penggunaan narkotika.
"Tadi malam Dirkrimum sampaikan hasil tes urine IH negatif. Tadi tepat jam 10.00 WIB pagi, IH kita tes urine dan hasilnya negatif," kata Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Daniyanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (1/3/2016).
Pengecekan secara berulang itu dilakukan aparat lantaran kasus narkoba berada di bawah tanggungjawabnya. Berdasarkan enam item yang telah ia lakukan terhadap Ivan Haz, hasil menunjukkan bahwa morfin, ganja, ekstasi, sabu dan kokain semuanya negatif.
"Yang positif benzoit. Benzoit ini ada manakala yang bersangkutan minum obat batuk, kanker atau obat lain yang mengandung obat benzoit," ujarnya.
Menurut pengakuan Ivan Haz, kata Daniyanto, dua hari lalu putra mantan Wakil Presiden Hamzah Haz itu dua hari lalu baru minum obat paramex atau rinos, atau sejenis narkotika untuk sakit flu.
Dirinya menyebut, hasil negatif methamphetamine memang bisa hilang dari tubuh manusia dalam kurun waktu satu minggu. Bahkan ada obat yang bisa menghilangkan kandungan zat tersebut dengan cepat.
Sehingga, dugaan pemakaian narkoba yang dialami Ivan Haz terus didalami petugas. "Kami bertemu komisi kode etik MKD DPR, kami juga sudah jelaskan semua memang benar tadi sudah tes urine hasil negatif semua. Namun, saat ini sedang didalami kaitan informasi yang bersangkutan menggunakan sabu," pungkasnya.
(Arief Setyadi )