YOGYAKARTA – Tak ada data pasti mengenai jumlah wanita yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi prostitusi Pasar Kembang (Sarkem), Yogyakarta. Hal itu karena keberadaan mereka hilir mudik keluar-masuk kawasan milik warga yang dimanfaatkan untuk bisnis penginapan tersebut.
Ketua Perhimpunan Perempuan Pekerja Seks Komersial (P3SK) Yogyakarta, Sarmi (48), mengaku tak memegang data mengenai jumlah keseluruhan PSK. Namun, jumlah PSK yang aktif mengikuti kegiatan perhimpunan yang dipimpinnya ada sekira 50 perempuan.
"Kalau data pasti enggak ada karena mbak-mbak (PSK) di sini keluar-masuk. Ada yang datang, ada yang pergi. Setiap hari bisa berubah-ubah terus," katanya, Rabu (9/3/2016).
Sarmi mengungkapkan, masih banyak PSK yang ogah mengikuti paguyuban. Hal itu dianggap wajar karena setiap orang memiliki pendapat sendiri. Apalagi, mereka datang dan pergi sesuai keinginannya.
"Ya, memang ada pendataan dari ketua RW. Namun kadang setelah (PSK) didata, pergi lagi. Jadi, data jumlah itu selalu berubah," ucapnya.
Namun, secara umum jumlah PSK yang berada di kawasan Gang Sosrowijayan sekira 250 orang. Jumlah itu sebagian besar berasal dari luar Yogyakarta. "Enggak usah nyebut asal mana, tapi kebanyakan dari luar Yogyakarta," ucapnya.
Saat ditanya mengenai tarif PSK, Sarmi hanya tertawa. Perempuan asal Kulonprogo itu malah menyarankan untuk bertanya langsung kepada para PSK. "Langsung sama mbak-mbaknya saja," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)