JAKARTA - Dua militan Uighur asal China yang tewas dalam kontak tembak dengan pasukan gabungan TNI-Polri di wilayah hutan pegunungan Desa Talabosa, Kecamatan Lore Tengah, Poso kemarin, telah lama bergabung dengan kelompok teroris pimpinan Abu Wardah alias Santoso.
Kepala Satuan Tugas Operasi Tinombala, Kombes (Pol) Leo Bona Lubis mengungkapkan, keduanya sejak 2014 telah berada di Poso untuk bergabung dengan Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.
"Sudah lama ya, sejak 2014 mereka sudah ada disana," ujar Leo saat dihubungi, Rabu (16/3/2016).
Meski sudah dipastikan berasal dari Uigur, China, Leo menuturkan pihaknya belum bisa menjelaskan identitas kedua teroris itu. Kedua jenazah tersebut saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut.
"Dua orang tewas ini kita belum bisa menyebutkan siapa, tapi dari data-data yang bisa dilihat, dua orang ini dipastikan Uigur," jelas Leo.
Kontak senjata antara pasukan gabungan TNI-Polri dengan kelompok Santoso terjadi pada pukul 7.30 Wita di hutan pegunungan sekira 1 kilometer dari Desa Talabosa, Kecamatan Lore Tengah.
Operasi Tinombala yang dimulai pada 10 Januari itu telah menewaskan setidaknya enam anggota kelompok teroris Santoso. Sedangkan di pihak aparat keamanan, sudah dua anggota Polri yang gugur.
Rinciannya, satu personel tertembak di Desa Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan dan seorang lainnya meninggal karena sakit saat sedang melakukan patroli di dalam hutan Kecamatan Poso Pesisir Selatan.
(Risna Nur Rahayu)