WASHINGTON – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyampaikan bahwa militer mereka telah melakukan serangan udara pada Selasa 22 Maret 2016 ke arah pegunungan di Yaman. Wilayah itu diduga kuat menjadi kamp pelatihan kelompok militan Al Qaeda. Pentagon pun menyebut puluhan militan tewas dalam serangan tersebut.
“Serangan itu dimaksudkan untuk menghancurkan Al Qaeda yang menjadikan Yaman basis mereka di Semenanjung Arab untuk menyerang warga AS di kawasan. Ini juga menunjukkan komitmen kami untuk mengalahkan Al Qaeda,” ujar Juru Bicara Pentagon Peter Cook, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/3/2016).
Yaman adalah kekuatan tradisional bagi salah satu cabang Al Qaeda yang paling aktif yakni AQAP. Cabang tersebut merupakan hasil merger antara jaringan di Yaman dan Arab Saudi pada 2009. Pendiri Al Qaeda, Osama bin Laden, diketahui sebagai tokoh inisiator AQAP.
Salah satu contoh target AQAP kepada AS adalah rencana serangan terhadap pesawat dengan tujuan Negeri Paman Sam pada 2009. Ahli-ahli perang blok Barat menyatakan AQAP sebagai sayap paling berbahaya dari Al Qaeda dibandingkan lainnya.
AQAP juga terlibat perang yang memecah belah Yaman karena terjadi konflik antara milisi Houthi dengan pasukan pemerintahan Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi yang dibekingi Arab Saudi.
Meski begitu, AQAP akhir-akhir ini kehilangan anggota cukup besar akibat serangan udara AS. Selain itu, mereka juga menghadapi persaingan keras dengan cabang baru ISIS di Yaman.
Peter Cook yakin kamp pelatihan tersebut digunakan oleh lebih dari 70 militan AQAP. “Kami masih perlu menilai hasil operasi itu. Namun, kami yakin puluhan militan AQAP tewas,” pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)