Menurutnya, penderitaan yang dialami Yesus kala itu, bukan lantaran adanya penghianatan oleh Bangsa Yahudi serta imam pemuka agama saat itu. Melainkan sebuah pilihan yang diambil sendiri oleh Yesus Kristus sebagai bentuk tanda ketaatannya kepada Allah.
“Dengan di salib itulah, akhirnya harapan kabahagiaan manusia tentang kehidupan tercapai. Dan penderitaan Yesus saat itu, kini menjadi sumber rahmat bagi umat Katolik. Sehingga, umat Katolik patut untuk mengingatnya,” tambahnya.
Diharapkan, dengan kegiatan ini umat Katolik di Kabupaten Jombang dapat meningkatkan imannya kepada Tuhan Yesus. Sehingga dapat menciptakan kehidupan yang harmonis diantara sesama.
“Kami mengambil Tema Yesus Kristus sebagai hakim yang murah hati. Artinya Allah yang mau mengampuni dosa manusia. Semoga ini menjadi cermin bagi kita umat Katolik,’’ tandasnya.
(Fransiskus Dasa Saputra)