PADANG – Kapal Indonesia Brahma 12 dibajak kelompok teroris pimpinan Abu Sayyaf di Filipina. Sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI) pun disandera, dan pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp15 miliar.
Terkait penyanderaan tersebut, keluarga korban berharap pemerintah segera mencari cara untuk membebaskan para korban. Salah satu korban yang disandera adalah Wendi Raknadian (29), warga Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Padang, Sumatera Barat. Ayah dan ibunya berharap Wendi bisa cepat dibebaskan pelaku.
“Perusahan sudah menelefon tiga kali setelah anak saya disandera. Pada Minggu 27 Maret, perusahan mengatakan bahwa anak saya ditangkap perompak. Pada Senin (28 Maret), pihak perusahan mengabarkan bahwa anak saya sehat-sehat saja. Pada Selasa (29 Maret), mereka memberikan kabar yang sama,” ujar Aidil (55), ayah korban, Selasa (29/3/2016).
Ia melanjutkan, anaknya sudah bekerja selama tujuh bulan dan baru empat kali berlayar bolak-balik ke Filipina. “Saat lewat di lokasi yang sama, kata anak saya baik-baik saja, tidak ada kendala,” tuturnya.
Aidil menyatakan belum mendapat informasi dari pemerintah. Namun, ia berharap pemerintah bertindak memberikan bantuan kepada anaknya dan teman-temannya yang ikut disandera agar bisa dilepaskan.
“Kita berharap pemerintah memberikan bantuan kepada Wendi,” ujarnya.
(sal)
(Muhammad Saifullah )