Ahok, lanjutnya, saat melakukan penggsuran membawa tentara dan pasukan. “TNI dibenturkan dengan rakyat,” ujarnya.
Sementara soal penataan ruang terbuka hijau, Risma lebih dulu melakukannya. Sedangkan Ahok hanya menindaklanjuti program yang sudah ada dari pemimpin DKI sebelumnya.
Pangi menyimpulkan bahwa potensi Ahok dan Risma di Pilgub DKI tetap ada karena sifat politik yang dinami. Namun, Pangi menggarisbawahi, PDIP yang berada di belakang Risma bisa menjadi senjata ampuh untuk mengalahkan Ahok yang sudah menyatakan akan maju melalui jalur independen.
Pengalaman PDIP, kata dia, sudah tidak perlu diragukan lagi men-counter isu dan melakukan marketing politik. Apalagi wakil Ahok tidak menjual. “Ahok sudah melakukan bunuh diri politik” ujarnya.
(Rachmat Fahzry)